IMM Binjai Minta Polisi Perketat Patroli Malam Buru Gemot

2 min read

BINJAI, Newsnarasi.com – Kriminalitas geng motor merupakan fenomena yang semakin meresahkan masyarakat di berbagai daerah, terutama di kota Binjai.

Geng motor sering kali terlibat dalam berbagai tindakan kriminal, mulai dari penganiayaan, hingga tawuran antar geng. Dalam beberapa tahun terakhir, aksi-aksi mereka semakin berani dan terorganisir, sehingga menimbulkan ketakutan di kalangan warga.

Kriminalitas geng motor merujuk pada berbagai tindakan kriminal yang dilakukan oleh kelompok-kelompok yang mengidentifikasi diri mereka sebagai geng motor.

Tindakan ini dapat mencakup perampokan, penganiayaan, tawuran antar geng, hingga tindakan kekerasan lainnya. Geng motor sering kali menggunakan sepeda motor sebagai sarana untuk melakukan aksi mereka, yang membuat mereka sulit untuk ditangkap oleh pihak berwajib.

Di Kota Binjai, fenomena ini telah menjadi perhatian serius. Penyerangan di kafe Sejawad pada 18 Januari 2025, yang terjadi sekitar pukul 03:00 WIB, adalah contoh nyata dari meningkatnya aksi kriminal yang dilakukan oleh geng motor. Insiden ini tidak hanya mengganggu ketertiban umum, tetapi juga menciptakan rasa takut di kalangan masyarakat.

Dalam penyerangan di kafe Sejawad, informasi mengenai identitas pelaku masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Di sisi lain, pihak yang menjadi korban dari tindakan kriminal geng motor bisa berasal dari berbagai kalangan. Dalam insiden di kafe Sejawad, para pengunjung dan karyawan kafe menjadi sasaran serangan. Mereka mengalami trauma fisik dan psikologis akibat tindakan kekerasan yang dialami.

Nazua Riandi, seorang kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kota Binjai, juga menyoroti dampak sosial dari tindakan ini, yang membuat masyarakat merasa tidak aman.

Insiden penyerangan di kafe Sejawad terjadi pada hari Sabtu, 18 Januari 2025, sekitar pukul 03:00 WIB. Waktu kejadian yang larut malam ini menunjukkan bahwa geng motor sering kali memilih waktu-waktu sepi untuk melakukan aksi kejahatan.

Hal ini juga mencerminkan pola perilaku mereka yang cenderung beroperasi di malam hari, ketika pengawasan dari pihak berwajib mungkin lebih lemah.

Momen-momen tertentu, seperti akhir pekan, sering kali menjadi pemicu meningkatnya aksi geng motor. Pada saat-saat tersebut, banyak remaja yang masih berkumpul di luar rumah, yang dapat memicu terjadinya tawuran atau aksi kriminal lainnya.

Nazua Riandi menegaskan bahwa penyerangan ini bukanlah kejadian pertama di Kota Binjai, melainkan sudah sering terjadi di kota binjai,penyerangan geng motor ini di lakukan tanpa motif yang jelas.

Untuk itu, Nazua mengingatkan agar Kapolres beserta jajarannya berani untuk menindak tegas para Genk motor tersebut, Agar Kamtibmas di kota Binjai semakin terwujud dan juga masyarakat merasa aman beraktivitas di luar.

“Kami meminta pihak berwajib agar memperketat patroli malam dan sweeping daerah-daerah rawan aksi geng motor. Keselamatan masyarakat adalah hal utama demi terciptanya kondusifitas di Kota Binjai ini,” pungkasnya sembari menghimbau agar masyarakat jangan keluar malam apabila tidak ada kebutuhan mendesak. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *