Viral Anaknya di Keroyok, Orangtua Tempuh Jalur Hukum
2 min read
SIANTAR, Newsnarasi.com – Diony Sylvia Simanjuntak (55), ibu korban, didampingi Lembaga Bantuan Hukum Tumpuan Damanik Boru Panogolan Siantar Simalungun (LBH TDBP SS), secara resmi melaporkan kasus pengeroyokan yang dialami anaknya ke Polres Pematangsiantar, Selasa (27/1/2026) dini hari pukul 01.00 WIB.
Laporan dengan Nomor: STTLP/B/55/I/2026/SPKT/Polres Pematangsiantar itu menyebutkan dugaan tindak pidana pengeroyokan terhadap Septi Samual Damanik. Kejadian diduga terjadi pada Minggu (25/1/2026) sekitar pukul 14.30 WIB di Jalan Melur, Kelurahan Simarito. Dalam laporannya, Diony mencantumkan terlapor bernama Agung dan kawan-kawan (dkk).
“Anak saya memang suka main-main sama anak kecil, kok tega kali mereka mukuli anak saya,” ujar Diony di Polres, sembari berharap kasus yang menimpa anaknya segera ditangani.
Ia pun menyayangkan keras tindakan main hakim sendiri yang dilakukan oleh warga.
Pendampingan hukum dari LBH TDBP SS dalam pelaporan ini menandai keseriusan keluarga mencari keadilan. Bulan Damanik, S.H., dari tim LBH, menegaskan bahwa kasus yang sudah viral di media sosial ini harus diselesaikan sesuai koridor hukum.
“Perbuatan yang terjadi kepada korban tidak dibenarkan secara hukum. Walaupun itu benar terjadi (dugaan penculikan anak), tidak ada dasar wewenang masyarakat melakukan penghakiman sendiri. Kami minta agar pihak berwajib supaya penanganan ini benar-benar mendapatkan kepastian hukum dan berkeadilan,” tegas Bulan.
Ia juga menyebut bahwa para terduga pelaku dalam video pengeroyokan yang beredar sudah tampak jelas.
Berdasarkan data yang dihimpun, korban, Septi Samual Damanik, adalah seorang pemuda berkebutuhan khusus yang masih bersekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB) Tanjung Pinggir di Jalan Tuan Rondahaim Saragih, Kelurahan Pondok Sayur. Ia tinggal bersama ibunya di Nagori Balimbingan, Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun.
Insiden bermula saat Septi sedang bermain dengan anak-anak di sekitar Jalan Melur. Tiba-tiba, ada yang meneriakinya sebagai penculik anak.
Teriakan itu memicu amuk massa. Septi pun dikeroyok warga hingga mengalami luka lebam di wajah serta beberapa luka di tangan dan kaki. Saat ini, Septi pun menjalani perawatan intensif di RSUD Djasamen Saragih.
