Pemko Siantar Gelar Festival Seni dan Qasidah Tingkat Kota
SIANTAR, Newsnarasi.com – Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) menggelar Festival Seni dan Qasidah Tingkat Kota Pematangsiantar Tahun 2026. Festival yang berlangsung di Lapangan Parkir Pariwisata, Jalan Merdeka, dibuka Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn diwakili Staf Ahli Bidang Pembangunan Muhammad Hamdani Lubis SH MH, Rabu (21/10/2026).
Wali Kota Wesly dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Hamdani menyampaikan, seni qasidah merupakan salah satu media dakwah yang diharapkan memiliki dampak luas untuk terus mensyiarkan nilai-nilai Islam.
“Seni qasidah dan rebana bukan sekadar hiburan atau pelengkap acara, melainkan bagian dari kekayaan budaya Islam yang sarat nilai-nilai dakwah, moral, serta pembentukan akhlak mulia. Melalui senandung syair dan tabuhan rebana, terselip pesan kebaikan, ajakan mempertebal iman dan takwa, serta sarana merajut persaudaraan umat,” katanya.
Masih kata Wesly dalam sambutan tertulisnya, Pemko Pematangsiantar berkomitmen untuk terus merangkul seluruh majelis taklim dan mendukung penuh kegiatan-kegiatan yang berdampak baik untuk masyarakat.
Di tengah arus perkembangan zaman dan modernisasi saat ini, lanjutnya, festival seperti ini menjadi benteng yang sangat penting untuk melestarikan seni Islam, sekaligus wadah pembinaan generasi muda agar mencintai agama dan budayanya sendiri.
“Saya berharap seni qasidah mampu bersaing dengan kesenian lainnya dan tetap selalu mendapat tempat di tengah masyarakat. Saya berharap kesenian ini harus terus dikembangkan, dipacu dan ditingkatkan kualitasnya karena memiliki misi yang cukup jelas, yaitu seni sebagai media dakwah,” sebutnya.
Hamdani yang mewakili Wesly mengucapkan selamat bertanding kepada seluruh peserta.
“Tunjukkan kemampuan terbaik Anda sekalian. Kalah atau menang adalah hal yang biasa dalam sebuah kompetisi; yang jauh lebih utama adalah bagaimana menjaga semangat kebersamaan, sportivitas, dan kecintaan terhadap seni qasidah,” tukasnya.
Kepada dewan juri, Wesly mengucapkan terima kasih dan selamat bertugas untuk memberikan penilaian secara objektif dan adil.
“Semoga dengan dilaksanakannya Festival Seni Qasidah ini, semakin meningkatkan semangat kolaborasi dan semangat toleransi bagi kita semua. Sehingga dapat memberikan kontribusi bagi terwujudnya Kota Pematangsiantar yang Cerdas, Sehat, Kreatif, dan selaras,” katanya.
Sebelumnya, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setkado Rilan Syakban Pohan SSTP MSi dalam laporannya menerangkan, tujuan festival tersebut untuk menentukan para pemenang yang nantinya menjadi utusan Kota Pematangsiantar mengikuti Festival Seni dan Qasidah Tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026, yang akan dilaksakan 9-13 November 2026 di Asrama Haji Medan.
Rilan juga menjelaskan, Seni dan Qasidah Tingkat Kota Pematangsiantar berlangsung selama dua hari, Rabu (21/10/2026) dan Kamis (22/10/2026).
Peserta sebanyak 156 orang. Rinciannya, untuk cabang Bintang Vokalis: Anak-anak Putra 11 orang, Anak-anak Putri 20 orang, Remaja Putra 1 orang, Remaja Putri 3 orang, Dewasa Putra 5 orang, dan Dewasa Putri 3 orang.
Untuk cabang Rebana Klasik: Remaja 4 grup dan Dewasa 3 grup. Sedangkan cabang Nasyidariah (eksebisi) yakni Remaja 1 grup dan Dewasa 5 grup.
Tampak hadir, Kepala Dinas (Kadis) Ketenagakerjaan Drs Robert Samosir, Kadis Koperasi UKM dan Perdagangan Herbet Aruan SPd MH, Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Muhammad Hammam Sholeh AP, Kadis Lingkungan Hidup Arri Suaswandhy Sembiring SSTP MSi, Kadis Pariwisata Hamzah Fanshuri Damanik SSTP MSi, Camat Siantar Barat Herwan AR Saragih SH, Kabag Hukum Edi Sutrisno, Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Esra Eduward Sinaga SH MH, Koordinator Bank Sumut Pematangsiantar Subhan Pardosi, mewakili KPw Bank Indonesia Pematangsiantar, mewakili Perumda Air Minum Tirta Uli, BKMT, MT Silaturahmi, Wanita Islam, Aisyiyah, serta lainnya. (Red)
