Arogansi Oknum DPRD Siantar Terciduk Tinju Seorang Demonstran

2 min read

SIANTAR, Newsnarasi.com – Sikap arogansi oknum anggota DPRD Kota Siantar menuai kecaman dari sejumlah pihak setelah videonya viral mininju seorang peserta aksi demonstrasi.

Bagaimana tidak, oknum anggota dewan yang seharusnya bersikap humanis malah terkesan bengis ketika menghadapi massa demonstrasi yang menolak UU TNI di gedung DPRD Siantar, Kamis (27/3/2025).

Teranyar, oknum tersebut diketahui bernama Robin Januarto Manurung anggota DPRD Siantar dari Fraksi Nasdem periode 2024-2029.

Ia terpantau meninju bagian perut seorang peserta aksi yang diamankan petugas saat digiring ke balai gedung DPRD Siantar.

SITUASI DIWARNAI KERICUHAN

Awalnya, massa aksi demonstrasi meminta Pemerintah dan DPR segera membatalkan kembali Undang-undang TNI yang telah disahkan. Karena UU TNI dinilai akan menghidupkan kembali dwifungsi militer seperti era Orde Baru.

Ratusan massa demonstran yang notabanenya mahasiswa itu memantik suasana dengan membakar ban dan menerobos masuk ke gedung rakyat tersebut.

Kemudian, aksi dorong mendorong dan adu argumen pun terjadi antara massa aksi dengan petugas pengamanan dipicu massa yang ngotot ingin ketemu anggota dewan.

Kericuhan pun pecah setelah massa berhasil menembus pertahanan petugas. Beberapa peserta aksi sempat diamankan karena situasi mulai memanas.

Salah satu anggota dewan yang berada di lokasi terpantau melayangkan pukulan ke bagian perut salah seorang peserta aksi yang turut diamankan petugas sehingga memantik situasi kericuhan.

Melihat situasi tidak kondusif, petugas pengamanan terpaksa memukul mundur massa demontrasi dengan tameng dan pentungan sehingga mengakibatkan beberapa peserta aksi mengalami luka-luka.

Sebelum bubar, peserta aksi mendesak Badan Kehormatan Dewan (BKD) DPRD Kota Pematangsiantar untuk segera melakukan investigasi secara menyeluruh dan transparan terkait insiden ini (pemukulan peserta aksi). Jika terbukti bersalah, oknum anggota DPRD tersebut harus diberikan sanksi tegas sesuai dengan peraturan dan kode etik yang berlaku.

Hingga berita ini dilayangkan ke meja redaksi, Robin Manurung, Ketua Komisi I DPRD Siantar terduga pelaku pemukulan tersebut tidak menjawab konfirmasi media. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *