Bendera Berkibar, Napi TA Diduga Kendalikan Narkoba di Lapas Tj Gusta Medan
2 min read
MEDAN, Newsnarasi.com – Eksistensi dugaan peredaran narkoba dan praktik penipuan online (scamming) di Lapas Klas IA Tanjug Gusta Medan disebut semakin masif.
Dari informasi yang diterima awak media, praktik kiminal itu disebut berbasis dari balik jeruji dan dikendalikan sekelompok narapidana Lapas Tanjung Gusta Medan.
“Bukan cuma narkoba aja yang marak banng, penipuan online pun merajalela, asalkan setorannya lancar,” beber sumber via sambungan telepon, Minggu (1/3/2026).
Diterangkannya, tidak menutup kemungkinan ada permufakatan jahat antara narapida dan oknum petugas lapas sehingga dugaan praktik kriminalitas di dalam penjara berjalan mulus.
“Napi TA itulah bang sekarang pegang bendera narkoba. Dia penghuni blok T. Kemarin itu sempat dia di hukum karena viral, tapi tau lah, cuma formalitasnya itu biar ada laporan,” ucap sumber.
Tak henti sampai disitu, sumber juga menjelaskan bahwa penggunaan handphone dan penempatan kamar hunian di dalam lapas dapat diatur sesuai keinginan.
“Handphone dan kamar disini juga diuangkan bang. Harganya bervariasi, sesuai kesepakatan, kalau banyak uang pas lah kayak mafia didalam. Kalau dibilang lapas bersih itu omong kosong karena banyak juga yang ilegal didalam sini,” terangnya.
Para napi, lanjut sumber, takut membeberkan fakta apa saja yang terjadi di dalam Lapas. Sebab, konsekuensinya adalah penganiayaan.
“Mereka takut memberikan informasi peristiwa dalam lapas itu, karena kalau ketahuan pasti dianiaya sama orang tertentu,” ungkapnya.
Teranyar, indikasi bebasnya penggunaan elektronik seperti handphone dan peredaran narkoba patut dicurigai adanya pembiaran dan permufakatan jahat diantara oknum tertentu, dan itu harus menjadi tanggungjawab pihak Lapas.
Sementara, Kepala Pengamanan Lembaaga Pemasyarakatan (Ka KPLP) Lapas Tanjung Gusta Medan, Naldo Tarigan melalui Humas Faustine ketika dikonfirmasi newsnarasi.com menyangkal segala praktik kriminalitas tersebut.
“Gak benar itu bang, kemarin itu napinya sudah ditindak dan sudah disidak sama pak kakan, nanti ku share beritanya sama abang ya,” katanya lewat sambungan telepon, Senin (2/3/2026).
Perlu diketahui, peristiwa negatif seperti ini bukan pertama kalinya mencuat dari Lapas Tanjung Gusta Medan, melainkan sudah berulang kali.
Untuk itu, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, Agus Andrianto, diminta menindak tegas semua oknum yang terlibat dan memberikan sanksi berat. Karena, dikhawatirkan menumbuhkembangkan perspektif liar di publik dan mencoreng marwah instansi mulia ini.(Red)
