Budaya Malu Memudar, HIMMI Desak Bupati Langkat Segera Bertindak Tegas di Bulan Ramadhan

2 min read

Newsnarasi.com , Langkat — Himpunan Mahasiswa Melayu Indonesia (himmi) Kabupaten Langkat menyampaikan sikap kritis dan keprihatinan mendalam atas maraknya aktivitas makan, minum, dan merokok secara terang-terangan di ruang publik pada siang hari selama bulan suci Ramadhan.


Di sejumlah titik di Kabupaten Langkat, termasuk kawasan pusat pemerintahan di Stabat, warung makan dan kedai rokok terlihat beroperasi terbuka tanpa pembatas.

Bahkan, sebagian oknum masyarakat, termasuk orang tua dan anak-anak sekolah, secara sengaja makan, minum, dan merokok di depan umum.


Kondisi tersebut dinilai melukai sensitivitas umat Islam yang tengah menjalankan ibadah puasa serta mencederai nilai sosial dan budaya Melayu yang selama ini dijunjung tinggi masyarakat Langkat.

HIMMI Langkat menegaskan bahwa persoalan ini bukan sekadar soal pilihan individu, melainkan menyangkut etika ruang publik, penghormatan sosial, moralitas, serta marwah daerah yang dikenal religius.


“Langkat berdiri di atas falsafah Melayu ‘Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.’ Jika ruang publik kehilangan adab di bulan suci, maka yang tercederai bukan hanya norma agama, tetapi juga identitas sosial kita sebagai masyarakat berbudaya. Sangat miris ketika anak-anak sekolah dengan bangga makan, minum, dan merokok di depan umum tanpa rasa malu,” tegas Zeky.


Atas kondisi tersebut, HIMMI mendesak Bupati Kabupaten Langkat agar segera mengeluarkan surat edaran atau regulasi yang lebih tegas terkait penyesuaian jam operasional warung makan dan kedai rokok selama Ramadhan, serta memastikan implementasinya berjalan efektif di lapangan.


HIMMI juga meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Langkat untuk mengeluarkan seruan moral yang jelas sebagai pedoman masyarakat dalam menjaga adab dan toleransi sosial selama bulan puasa.


Kepada Polres Langkat, HIMMI meminta peran aktif dalam menjaga ketertiban umum melalui langkah preventif dan persuasif guna mencegah potensi gesekan sosial.

Sementara kepada Satpol PP Kabupaten Langkat, HIMMI mendorong peningkatan pengawasan dan penertiban secara humanis namun tegas terhadap pelanggaran ketertiban umum di ruang publik selama Ramadhan.


HIMMI menekankan bahwa sikap ini bukan bentuk diskriminasi, melainkan upaya menjaga harmoni dan saling menghormati dalam kehidupan bermasyarakat. Ramadhan merupakan momentum spiritual umat Islam yang harus dihormati secara sosial, khususnya di daerah dengan mayoritas penduduk Muslim dan identitas keagamaan yang kuat.


“Kami tidak ingin Langkat menjadi daerah yang abai terhadap nilai-nilai sakral Ramadhan. Ketegasan pemerintah daerah akan menjadi bukti keberpihakan pada nilai moral dan ketertiban sosial,” lanjut Zeky.


Sebagai organisasi mahasiswa Melayu, HIMMI menyatakan siap menjadi mitra kritis dan konstruktif bagi pemerintah daerah dalam menjaga ketertiban, moralitas publik, serta keharmonisan sosial budaya di Bumi Langkat. (Ay29)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *