Dampak konflik Timur Tengah, DPD MAPANCAS Langkat desak Polres Langkat awasi distribusi Pertalite dan Pertamax.
2 min read
Newsnarasi.com , Langkat — Memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah dan ancaman terhadap jalur strategis energi global seperti Selat Hormuz memicu kekhawatiran berbagai pihak.
Gangguan distribusi minyak mentah dunia dinilai berpotensi berdampak pada stabilitas pasokan bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri.
Di Kabupaten Langkat, Dewan Pimpinan Daerah Mahasiswa Pancasila ( DPD Mapancas Langkat ) meminta aparat kepolisian meningkatkan pengawasan distribusi BBM, khususnya jenis Pertalite dan Pertamax, guna mengantisipasi potensi penyimpangan di lapangan. Rabu (04/03/26)
Ketua DPD MAPANCAS Langkat, Ahmad Zulfahmi, mengatakan kondisi global yang tidak menentu kerap dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk mengambil keuntungan melalui praktik penimbunan.
“Situasi internasional jangan sampai dijadikan celah oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Kami meminta pengawasan diperketat agar tidak terjadi kelangkaan buatan yang merugikan masyarakat,” ujar Ahmad dalam keterangannya, Selasa (4/3/2026).
Ia menilai, meski dampak langsung terhadap pasokan nasional belum terlihat signifikan, langkah antisipatif tetap perlu dilakukan sejak dini. Menurutnya, pengawasan distribusi di tingkat SPBU hingga jalur suplai harus dilakukan secara berkala dan transparan.
DPD MAPANCAS juga mendorong koordinasi lintas sektor antara kepolisian, pemerintah daerah, dan pihak terkait lainnya guna memastikan ketersediaan BBM tetap stabil dan tepat sasaran.
“Langkah preventif lebih efektif dibandingkan penindakan setelah terjadi pelanggaran. Aparat perlu hadir sebelum muncul kepanikan di tengah masyarakat,” tambahnya.
Sejauh ini, belum ada laporan resmi terkait kelangkaan BBM di wilayah Langkat. Namun, MAPANCAS menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi dan siap menyampaikan temuan apabila terdapat indikasi penimbunan atau distribusi yang tidak sesuai ketentuan.
Mereka berharap Polres Langkat dapat menjalankan fungsi pengawasan secara optimal demi menjaga stabilitas ekonomi daerah di tengah dinamika global yang berkembang. (Ay29)
