Dituding Jual Oli Palsu, Manager Oli Shell Angkat Bicara
2 min read
SIANTAR, Newsnarasi.com – Willy, Manager Oli Shell angkat bicara soal tudingan yang ditujukan kepada toko Oli shell Helix karena disebut menjual oli palsu.
Kepada newsnarasi.com, Willy menceritakan bahwa Toko Shell Hilix yang berlokasi di Jalan Gereja, Siantar Timur, Pematangsianyar, disebut menjual oli palsu oleh seorang pelanggan karena berbeda warna.
Karena merasa dirugikan, Willy dan rekannya secara langsung menemui pelanggan yang protes itu di Cafe Kok Tong, Megaland, pada Jumat (24/1/2025), untuk klarifikasi soal tudingan tersebut.
Disana, Willy menjelaskan bahwa oli yang ia jual sudah sesuai dengan standar perusahaan karena oli tersebut langsung didistribusikan dari distributor resmi.
“Mereka (pelanggan) tidak puas dengan penjelasan kami bang. Begitupun kami arahkan pelanggan itu bertanya langsung ke distributornya Shill di Megaland,” kata Willy.
Dijelaskannya, untuk pembutian oli palsu atau tidak harus diuji lab. Dan izin lab juga harus ada laporan polisi biar nanti perusahaan pusat dan pihak berwajib yang menindaklanjuti kebenarannya.
“Karena mereka tidak puas dengan penjelasan kami, kami sarankan mereka uji lab. Dan kalau masih belum puas juga, kami sarankan membuat laporan ke polisi agar pihak yang dirugikan bisa mendapat keadilan,” jelasnya menceritakan suasana pertemuan tersebut.
Sementara, Joko Ilhamsyah, seorang anggota Brimob yang pada saat itu menyaksikan pertemuan juga menyarankan agar pelanggan selaku pihak yang dirugikan juga melakukan uji lab serta membuat laporan ke polisi atas dugaan pendistribusian oli palsu.
Namun, bukan mendapat kesan positif, Joko malah dicibir ikut campur dan dituding melindungi pihak bermasalah.
“Kolonel pun ku hadapi, sudah lah kembali aja ke pasukan, tak usah urusin masalah kami,” kata Joko menirukan perkataan pelanggan tersebut, sembari mengatakan ke Bos Shill Helix “Kau pun Ko, ngapain kau bawa-bawa orang ini”
Tak sampai disitu, Joko juga disebut sebagai pihak pelindung karena statusnya sebagai anggota Brimob Polda Sumut, “Oh abang yang ditakut-takutin itu,” tutur Joko menirukan kembali perkataan pembeli itu.
Dijelaskannya, kehadirannya disitu sebagai penengah tidak memihak siapapun karena tugas polisi sebagai pengayom dan pelindung masyarakat. Dan apabila benar terbukti bahwa oli yang didistribusikan itu palsu maka pihaknya juga siap membawa ke jalur hukum.
“Peranku disitu hanya sebatas penengah, tapi mereka berprasangka buruk menuding aku sebagai pembacup oli palsu. Sudah ku jelaskan pun mereka tetap protes, terakhir ku suruh aja buat laporan ke polisi,” jelas Joko bernada kesal.
Perlu diketahui, dengan mereka membuat laporan terkait oli palsu dapat memudahkan pihak berwajib untuk memberantas praktik-praktik ilegal yang merugikan konsumen.
“Kan benar, kalau terbukti laporan mereka itu oli palsu kan berarti sudah membantu polisi dalam memberantas praktik ilegal di Kota Siantar,” pungkas Joko. (Red)