Infrastruktur Tersendat, BAPERA Tagih Realisasi Janji Pemkab Langkat
2 min read
Newsnarasi.com , Langkat — Kritik keras kembali diarahkan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat terkait lambannya penyelesaian infrastruktur jalan. Kali ini, sorotan datang langsung dari Soni Mario Tamba, Koordinator Barisan Perjuangan Rakyat (BAPERA) yang menilai progres pembangunan terkesan jalan di tempat. Senin (02/03/26)
Menurut Soni, persoalan jalan rusak bukan lagi sekadar isu teknis, melainkan menyangkut keseriusan dan komitmen pemerintah daerah terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
*Jalan Rusak Jadi Simbol Lambannya Pembangunan*
Ruas Stabat – Secanggang menjadi perhatian utama. Hingga kini, kondisi jalan tersebut masih dikeluhkan warga. Lubang, debu, dan kerusakan di sejumlah titik dalam Kota Stabat disebut menjadi bukti bahwa pembangunan belum berjalan maksimal.
“Kalau setiap tahun yang disampaikan hanya target dan rencana, tapi kondisi di lapangan tetap sama, wajar kalau publik mulai bertanya. Ini soal komitmen,” tegas Soni Mario Tamba, Senin (2/3/2026).
Ia menilai, Insfrastruktur adalah fondasi pertumbuhan ekonomi. Ketika jalan rusak dibiarkan berlarut, dampaknya langsung dirasakan masyarakat mulai dari terganggunya distribusi barang hingga meningkatnya risiko kecelakaan.
“Dikebut sekalipun, kalau tidak ada keseriusan dari awal, hasilnya tetap tertinggal. Jangan sampai Langkat terus berada di posisi yang sama setiap tahunnya,” ujarnya.
*Anggaran Miliaran, Publik Tunggu Hasil Nyata*
Sebelumnya, Dinas PUTR Langkat menyebutkan perbaikan ruas Stabat – Secanggang ditargetkan rampung sebelum Lebaran 2026 dengan anggaran Rp2,5 miliar dari APBD serta tambahan sekitar Rp4,7 miliar dari dana bagi hasil (DBH).
Namun, menurut Soni, masyarakat tidak ingin lagi disuguhi alasan administratif ataupun perubahan regulasi.
“Anggaran sudah disebut, target sudah diumumkan. Sekarang publik hanya ingin bukti nyata. Jangan sampai setiap tahun yang berubah hanya jadwal dan alasan,” tegasnya.
Lebaran Jadi Ujian Keseriusan
Dengan Idul Fitri yang semakin dekat, momentum ini dinilai sebagai ujian profesionalisme Pemkab Langkat. Mobilitas warga akan meningkat, dan kondisi jalan menjadi kebutuhan mendesak.
BAPERA menegaskan akan terus mengawal realisasi proyek tersebut. Sebab bagi mereka, jalan yang layak bukanlah tuntutan berlebihan, melainkan hak masyarakat yang seharusnya dipenuhi tanpa harus terus-menerus diingatkan. (AY29)
