Kades Sumber Mulyo Sukardi Absen di Musrenbang, BKPRMI Wampu: “Ini Bentuk Kelalaian Terhadap Amanah Rakyat”
2 min read
Newsnarasi.com , Langkat — Ketidakhadiran Kepala Desa Sumber Mulyo, Sukardi, dalam agenda Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten yang digelar di Aula Kantor Camat Wampu pada Jum’at (13/02/26) menuai kritik keras dari berbagai elemen masyarakat.
Musrenbang merupakan forum resmi dan strategis dalam menentukan arah pembangunan serta penyampaian usulan prioritas desa ke tingkat kabupaten. Namun, pada kegiatan penting tersebut, Sukardi dilaporkan tidak hadir. Ketua BPD Desa Sumber Mulyo juga disebut tidak terlihat dalam forum tersebut. Senin (16/02/26)
Kondisi ini dinilai sebagai bentuk kelalaian dalam menjalankan tanggung jawab sebagai pimpinan pemerintahan desa.
Bendahara Umum DPK BKPRMI Kecamatan Wampu, Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), Mukhti Halwi, menyampaikan kritik keras terhadap sikap tersebut.
“Musrenbang itu bukan acara seremonial. Itu forum resmi untuk memperjuangkan usulan dan kebutuhan masyarakat desa. Ketidakhadiran kepala desa adalah bentuk kelalaian terhadap amanah rakyat. Ini sangat kami sesalkan,” tegas Mukhti Halwi.
Menurutnya, kepala desa seharusnya menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan aspirasi warganya, bukan justru absen di forum penting yang menyangkut masa depan pembangunan desa.
Tak hanya itu, sorotan terhadap kepemimpinan Sukardi juga mencuat dalam kegiatan keagamaan. Pada peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang digelar di Masjid Nurul Yaqin Minggu lalu, hampir seluruh perangkat desa dilaporkan tidak hadir. Hanya Sekretaris Desa dan satu Kepala Dusun yang terlihat hadir, yang disebut-sebut untuk keperluan dokumentasi laporan pertanggungjawaban (SPJ).
Ironisnya, dalam kegiatan tersebut masyarakat masih diminta sumbangan sebesar Rp10.000 per Kepala Keluarga (KK).
Mukhti Halwi menilai kondisi ini menunjukkan lemahnya koordinasi dan ketegasan dalam internal pemerintahan desa.
“Kalau perangkat desa tidak solid dan kepala desa tidak menunjukkan kepedulian, wajar jika masyarakat mempertanyakan wibawa kepemimpinan. Jangan sampai jabatan hanya dijadikan simbol tanpa tanggung jawab nyata,” ujar Mukhti dengan nada tegas.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari Kepala Desa Sumber Mulyo, Sukardi, maupun Ketua BPD terkait ketidakhadiran dalam Musrenbang serta minimnya kehadiran perangkat desa dalam kegiatan keagamaan tersebut.
Masyarakat berharap pemerintah desa lebih serius menjalankan amanah dan tidak abai terhadap forum resmi maupun kegiatan sosial kemasyarakatan yang menjadi bagian dari tanggung jawab moral dan administratif pemerintahan desa. (Red)
