Megah di Area Kantor, Memudar di Ruang Publik: Catatan untuk Pemkab Langkat.

2 min read

Newsnarasi.com , Langkat || Pemandangan berbeda terlihat jelas di pusat pemerintahan Kabupaten Langkat. Di satu sisi, taman yang berada di lingkungan Kantor Bupati tampak tertata rapi dan artistik. Namun di sisi lain, kondisi Alun-Alun Stabat yang berada tepat di depannya justru menunjukkan wajah ruang publik yang kurang terawat. Kamis (26/02/26)

Pantauan di lokasi memperlihatkan taman di area perkantoran dihiasi mural berwarna cerah dengan penataan yang terjaga. Rumput terpangkas, lingkungan bersih, dan suasana tampak asri.

Sebaliknya, sejumlah fasilitas di Alun-Alun Stabat terlihat mengalami kerusakan. Bangku taman terlihat hancur. Wahana bermain anak rusak di beberapa bagian. Cat memudar serta besi berkarat terlihat di sejumlah titik.

Kondisi tersebut menimbulkan kesan kurangnya perawatan pada ruang yang setiap hari digunakan masyarakat. Letaknya yang hanya terpisah beberapa langkah membuat perbandingan itu sulit dihindari.

Alun-alun merupakan ruang terbuka yang menjadi pusat aktivitas warga. Tempat ini tidak hanya berfungsi sebagai taman kota, tetapi juga simbol kehadiran pemerintah dalam menyediakan ruang publik yang aman dan nyaman.

Di bawah kepemimpinan Bupati Langkat, Syah Afandin S.H., kondisi Ruang Publik tersebut kini menjadi bagian dari penilaian masyarakat terhadap prioritas pembangunan daerah. Warga menilai, kualitas perawatan fasilitas umum mencerminkan sejauh mana perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar ruang bersama.

Beberapa warga yang ditemui awak media disekitar alun-alun Stabat mengaku menyayangkan kondisi tersebut.

“Kalau yang di samping kantor itu bagus kali. Tapi yang di depan ini malah banyak yang rusak. Padahal ini yang sering kami pakai,” ujar salah seorang warga yang enggan menyebutkan identitasnya.

Selain itu, warga tersebut juga merasa khawatir ketika membawa anaknya ke arena bermain anak.

“Anak-anak mau main jadi takut. Besinya sudah berkarat, ada yang goyang-goyang juga. Ngeri lah kalau dibiarkan terus,” katanya.

Wargapun berharap adanya perhatian yang lebih serius dari pemerintah daerah.

“Kami cuma mau alun-alun ini dirawat. Jangan cuma yang di dalam kantor saja yang cantik,” ucapnya.

Sebagai pembayar pajak, masyarakat berharap perhatian terhadap fasilitas umum dilakukan secara proporsional dan berkelanjutan. Sebab, ruang publik bukan sekadar ornamen kota, melainkan representasi komitmen pelayanan kepada warga.

Kondisi Alun-Alun Stabat saat ini pun menjadi catatan tersendiri di tengah upaya pembangunan daerah. Publik menanti langkah konkret agar ruang terbuka di pusat Kota Stabat benar-benar mencerminkan wajah pemerintahan yang hadir dan peduli. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *