Minim Penerangan, Alun-Alun Stabat Rawan Kriminalitas : Pemkab Langkat Disorot.
2 min read
Newsnarasi.com , Langkat — Kondisi Alun-Alun Stabat menjadi sorotan publik. Minimnya penerangan di sejumlah titik pada malam hari dinilai meningkatkan potensi kerawanan dan menurunkan rasa aman masyarakat yang beraktivitas di Ruang Publik tersebut. Minggu (01/03/26)
Ironisnya, lokasi alun-alun berada tepat di depan Kantor Bupati Langkat yang pada malam hari tampak terang dengan hiasan lampu berwarna-warni menghiasi bangunan utama. Kontras tersebut memunculkan kritik warga, karena kawasan yang menjadi pusat aktivitas masyarakat justru terlihat Temaram

Pantauan awak media menemukan fakta, penerangan di alun-alun hanya terlihat di beberapa titik seperti area pendopo dan tugu T. Amir Hamzah. Sementara sebagian besar area lapangan, jalur pejalan kaki, dan sudut-sudut taman dalam kondisi redup.
Situasi ini menjadi perhatian setelah peristiwa pengeroyokan terhadap seorang remaja pada 13 Januari 2026 malam di sekitar kawasan tersebut. Korban mengalami luka cukup serius. Informasi kejadian itu beredar luas di media sosial setelah diunggah oleh pihak keluarga.
Seorang warga yang ditemui di sekitar lokasi, yang meminta identitasnya dirahasiakan, mengaku tidak terkejut dengan kejadian tersebut.
“Kalau malam memang gelap kali, bang. Lampu banyak yang mati. Orang lewat aja rasanya was-was. Jadi ya kalau ada kejadian kayak gitu, gak heran juga,” ujarnya.
Menurutnya, keluhan soal minimnya penerangan bukan hal baru.
“Udah lama ini dikeluhkan. Tapi ya gitu-gitu aja. Kayak gak ada yang serius nanganin,” katanya.

Tak hanya alun-alun, kondisi serupa disebut terjadi di Taman Budaya Amir Hamzah yang berada di sisi kanan Kantor Bupati Langkat. Warga menilai kawasan tersebut bahkan lebih minim penerangan.
“Di taman budaya itu lebih gelap lagi. Sunyi. Orang jadi takut lewat kalau malam. Katanya sering dipakai nongkrong yang gak jelas juga,” ucap warga lainnya yang juga meminta namanya tidak dipublikasikan.
Ia berharap pemerintah daerah tidak hanya fokus pada aspek seremoni dan estetika gedung pemerintahan, tetapi juga pada aspek keamanan ruang publik.
“Kantor bupati terang kali, lampunya warna-warni. Tapi yang dipakai masyarakat malah gelap. Harusnya kan yang buat rakyat itu yang diutamakan,” katanya.
Sejumlah warga menilai persoalan penerangan bukan sekadar soal teknis, melainkan menyangkut rasa aman sebagai kebutuhan dasar masyarakat. Mereka berharap Pemerintah Kabupaten Langkat segera melakukan evaluasi dan perbaikan menyeluruh terhadap fasilitas penerangan di kawasan publik.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemkab Langkat terkait langkah konkret yang akan diambil untuk menanggapi keluhan masyarakat tersebut.
Sorotan ini menjadi ujian bagi pemerintah daerah dalam memastikan ruang publik tetap aman, nyaman, dan layak digunakan. Pasalnya, alun-alun dan taman budaya merupakan wajah kota sekaligus simbol pelayanan publik yang seharusnya memberikan rasa aman bagi seluruh warga. (Red)
