Ravin, Eks Presma UNIMED, Diisukan Terima SK Caretaker KNPI Langkat

2 min read

Newsnarasi.com , Langkat — Isu beredarnya Surat Keputusan (SK) Caretaker Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Langkat yang dikaitkan dengan nama Ravin, mantan Presiden Mahasiswa Universitas Negeri Medan (Unimed) sekaligus Koordinator BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) Wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), mulai mengundang perhatian serius kalangan pemuda Langkat. Kamis (05/02/26)

Nama Ravin bukan figur asing dalam dunia gerakan mahasiswa dan kepemudaan. Dengan rekam jejak organisasi di tingkat regional hingga nasional, serta latar belakang sebagai putra asli Kabupaten Langkat dari Kecamatan Babalan, isu ini langsung memantik diskursus luas bukan semata soal sosok, tetapi soal arah dan wajah KNPI Langkat ke depan.

Bagi sebagian kalangan, isu caretaker ini menjadi cermin kegelisahan lama ” apakah KNPI masih akan dijaga sebagai rumah besar seluruh pemuda, atau justru digiring menjadi alat legitimasi kelompok tertentu ” .

KNPI sejatinya lahir sebagai wadah pemersatu, bukan ruang eksklusif yang dikapling oleh satu jaringan, satu latar belakang, atau satu kepentingan.

KNPI Langkat dituntut tetap berdiri di atas semua golongan. Bukan mengagungkan simbol, bukan mengkultuskan figur, dan bukan pula menjadikan organisasi kepemudaan sebagai perpanjangan tangan kelompok tertentu. Prinsip inklusivitas, kesetaraan, dan kebersamaan adalah fondasi yang tidak boleh ditawar.

Pengalaman Ravin di gerakan mahasiswa dinilai sebagian pihak memiliki potensi membawa semangat kolaboratif dan dinamika baru. Namun, penekanan yang menguat di ruang-ruang diskusi pemuda adalah pentingnya menjaga keseimbangan dan independensi KNPI, agar tidak kehilangan ruh sebagai wadah kolektif milik seluruh pemuda Langkat.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari DPD KNPI Sumatera Utara maupun DPP KNPI terkait kebenaran isu tersebut. Ravin sendiri juga belum menyampaikan klarifikasi secara terbuka, sehingga informasi yang beredar masih berada di ranah spekulasi publik.

Terlepas dari benar atau tidaknya kabar tersebut, isu ini seharusnya menjadi alarm bersama. KNPI Langkat tidak boleh terseret dalam konflik simbol, tarik-menarik kepentingan, atau agenda sempit yang justru menjauhkan pemuda dari semangat persatuan.

Momentum ini mestinya dimaknai secara konstruktif sebagai dorongan untuk mengembalikan marwah KNPI Langkat . inklusif, progresif, independen, dan benar-benar menjadi milik seluruh pemuda Langkat, bukan milik segelintir kelompok. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *