Ruang Publik Jadi Wadah Pelestarian Budaya, Festival Layang-Layang Melayu Digelar di Benteng Danau Siombak

2 min read

Newsnarasi.com , Medan — Upaya pelestarian budaya lokal terus dilakukan melalui berbagai kegiatan kreatif yang melibatkan masyarakat secara langsung. Salah satunya terlihat dalam gelaran Festival Layang-Layang melayu bertema “Ruang Publik untuk Budaya” yang berlangsung di kawasan Benteng Danau Siombak. Jumat (08/05/26).

Festival tersebut menghadirkan suasana meriah dengan warna-warni layang-layang tradisional yang menghiasi area kegiatan. Acara ini menjadi bagian dari upaya menjaga eksistensi permainan tradisional sekaligus memperkuat identitas budaya Melayu di tengah perkembangan zaman.

Kegiatan utama dalam Festival ini adalah workshop pembuatan layang-layang Melayu yang diikuti anak-anak, remaja, hingga masyarakat umum. Peserta mendapat pelatihan langsung dari dua penggiat layang-layang tradisional, Aidil dan Nazril, yang membagikan pengetahuan mulai dari pemilihan bahan, proses perakitan rangka, hingga teknik menghias layang-layang dengan sentuhan khas budaya Melayu.

Nanda Ayu Setiawati selaku Ketua Pelaksana, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, festival ini memberikan pengalaman baru sekaligus menambah pemahaman tentang pentingnya menjaga warisan budaya daerah.

“Saya merasa bangga bisa belajar langsung membuat layang-layang Melayu. Ini pengalaman yang sangat berharga,” ujarnya.

Tak hanya menjadi sarana edukasi budaya, festival ini juga menjadi ruang interaksi sosial yang mempertemukan masyarakat dalam suasana kebersamaan. Pemanfaatan ruang publik seperti Benteng Danau Siombak dinilai mampu menghadirkan aktivitas budaya yang inklusif, edukatif, dan terbuka bagi semua kalangan.

Panitia berharap festival serupa dapat digelar secara rutin setiap tahun agar semakin banyak generasi muda yang tertarik mengenal dan mencintai budaya daerah.

Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mendorong pemanfaatan ruang publik sebagai sarana pengembangan kreativitas masyarakat serta pelestarian kearifan lokal.

Festival Layang-Layang Melayu di Benteng Danau Siombak menjadi contoh bahwa ruang publik dapat memainkan peran penting dalam menjaga warisan budaya nasional agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang. (Ay29)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *