Buah Pendampingan HIMALA, Adik Almarhum Yudha Terima Beasiswa Pendidikan Hingga Sarjana

2 min read

Newsnarasi.com, Langkat — Duka mendalam masih menyelimuti keluarga almarhum Yudha, kader PB Himala Langkat yang meninggal dunia akibat tertimpa pohon produksi milik PT. Darsum beberapa waktu lalu. Kepergian Yudha bukan hanya meninggalkan luka bagi keluarga, tetapi juga bagi rekan-rekan seperjuangannya di HIMALA yang mengenalnya sebagai sosok pemuda aktif dan penuh semangat.

Di tengah suasana kehilangan itu, Himpunan Mahasiswa Langkat hadir mendampingi keluarga korban sejak hari pertama kejadian. Tidak hanya memberikan dukungan moril, HIMALA juga melakukan pendampingan hukum dan mengawal proses komunikasi dengan pihak perusahaan agar keluarga almarhum memperoleh keadilan dan perhatian yang layak.

Proses panjang itu akhirnya berujung pada kesepakatan damai melalui jalur mediasi. Dalam hasil mediasi tersebut, PT. Darsum menyatakan kesediaannya memberikan beasiswa pendidikan kepada kedua adik almarhum Yudha hingga menyelesaikan pendidikan di bangku perkuliahan.

Kesepakatan itu menjadi secercah harapan baru bagi keluarga yang sebelumnya dihantui kekhawatiran tentang masa depan pendidikan anak-anak mereka setelah kepergian Yudha. Sosok Yudha yang selama ini dikenal sebagai tulang punggung dan harapan keluarga kini memang telah tiada, namun perjuangannya seakan diteruskan lewat jaminan pendidikan untuk kedua adiknya.

Muhammad Wahyu Hidayah, SH Ketua Umum PB HIMALA yang langsung mendampingi pihak keluarga, menyebut bahwa langkah pendampingan ini bukan semata persoalan hukum, tetapi bentuk solidaritas dan rasa tanggung jawab terhadap sesama kader.

“Kami tidak ingin keluarga almarhum berjalan sendiri menghadapi persoalan ini. HIMALA hadir untuk memastikan ada tanggung jawab yang nyata dan masa depan adik-adik almarhum tetap terjamin,” ujar wahyu.

Suasana haru pun mewarnai proses mediasi. Irma Suriyanti Lubi, Ibunda almarhum Yudha mengaku terharu dan bersyukur atas pendampingan yang terus diberikan HIMALA sejak awal peristiwa terjadi hingga tercapainya kesepakatan.

“Kami sangat berterima kasih kepada HIMALA. Dari awal sampai hari ini mereka tetap bersama kami, membantu dan menguatkan kami dalam keadaan yang sangat sulit,” ungkap ibunda dengan mata berkaca-kaca.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di balik sebuah musibah, solidaritas dan kepedulian masih hidup di tengah masyarakat. Pendampingan yang dilakukan HIMALA tidak hanya menghadirkan penyelesaian, tetapi juga membuka harapan baru bagi masa depan keluarga almarhum Yudha. (Ay29)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *