Rutan Balige Terindikasi Jadi Markas Kejahatan
2 min read
SUMUT, Newsnarasi.com – Dugaan tindak peredaran narkoba dan scamming (Penipuan online-red) di lingkungan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Balige disebut masif dan terorganisir.
Kepada newsnarasi.com, seorang narasumber yang merupakan alumni Rutan mengungkapkan bahwa aktivitas ilegal di lingkungan Penjara tak lepas dari dugaan keterlibatan ‘campur tangan’ oknum Pejabat Rutan itu sendiri.
“Permainan (Narkoba dan Scamming) di dalam Rutan itu dikendalikan beberapa napi bang. Bigbos pengendali peredaran narkobanya si Roby penghuni Kamar 4B. Dialah yang pegang alur barang. Omsetnya perbulan mencapai ratusan juta. Dialah yang mengkoordinasikan pendapatan itu,” ungkap narasumber sembari meminta identitasnya dirahasiakan, Sabtu (16/9/2026).
Dijelaskannya, bahwa indikasi permufakatan jahat antara oknum petugas dan narapidana itu terjadi karena tak lepas dari keuntungan fantastis yang diraup setelah memetik hasil kejahatan.
“Bayangkan lah bang, untuk setoran ke atas (oknum petugas) Rp.20jt perminggu, belum lagi untuk pengamanan piketnya perhari. Bisa lah abang taksir berapa besaran pendapatan narapidana didalam itu. Parahnya, untuk bos yang tak memenuhi target pendapatan, diancam dipindahkan ke Lembaga lain bang,” katanya.
Tak sampai disitu, sumber juga menyebut narapidana pemegang kendali kejahatan secara bebas berakselerasi di dalam balik jeruji besi karena merasa dilindungi. Karena apapun tindakannya asal setor upeti, beres semua urusan, baik kejahatan maupun kemuliaan.
“Orang itu tipu-tipu pakai modus transaksi jual beli logam mulia. Mereka, Harry (Kamar 2 Blok C), Jendry (Kamar 1 Blok B), serta Boy, Sam, dan Fajar (Kamar 5 Blok A). Hasil dari kejahatan penipuan tersebut diduga diputar kembali untuk membeli narkoba,” terangnya.
Kemudian, ia sangat menyayangkan Lembaga mulia yang seharusnya tempat narapidana bertobat malah beralih fungsi menjadi sarang kejahatan.
“Kami sebagai alumni sana, meminta Menteri dan Kakanwil Sumut segera mengevaluasi sidak langsung ke Rutan, memberikan sangsi tegas kepada oknum pejabat yang terlibat. Bila terbukti, copot Karutan karena lalai dalam mengemban amanah menjaga ketertiban,” harapnya.
Sementara, hingga berita ini diterbitkan, Kepala Rumah Tahanan Negara (Karutan) Balige, Valen Sonar Rumbiak, ketika dikonfirmasi soal aktivitas ilegal dan dugaan keterlibatan oknum pegawai terkait kejahatan tersebut tidak menjawab. (Red)
