MAPANCAS Langkat Apresiasi Sidak Plt Bupati Langkat

2 min read

Newsnarasi.com , Langkat — Dewan Pimpinan Daerah Mahasiswa Pancasila ( DPD Mapancas Langkat) Kabupaten Langkat mengapresiasi langkah Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Langkat yang belakangan ini semakin aktif melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah kecamatan di Kabupaten Langkat, di antaranya Kecamatan Hinai dan Kecamatan Salapian.

Langkah tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam upaya mengevaluasi penyelenggaraan pemerintahan di tingkat kecamatan, sekaligus mengidentifikasi berbagai persoalan yang membutuhkan perhatian dan tindak lanjut dari pemerintah daerah.

Dalam sejumlah kunjungan tersebut, berbagai hal yang memerlukan pembenahan menjadi perhatian, terutama terkait kondisi fasilitas umum dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa masih terdapat pekerjaan rumah yang harus diselesaikan agar penyelenggaraan pemerintahan semakin baik dan manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Ketua DPD MAPANCAS Kabupaten Langkat, Ahmad Zulfahmi Fikri, menilai bahwa langkah sidak yang dilakukan Plt. Bupati Langkat patut diapresiasi sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi pemerintahan di lapangan.

Menurutnya, pemerintah daerah tidak cukup hanya mengandalkan laporan administratif dari jajarannya. Kehadiran langsung kepala daerah di tengah-tengah perangkat pemerintahan diperlukan untuk melihat kondisi faktual, mengevaluasi kinerja, serta memastikan persoalan yang ditemukan benar-benar mendapatkan penyelesaian.

“Kami mengapresiasi langkah Plt. Bupati Langkat yang turun langsung melakukan sidak ke sejumlah kecamatan. Ini merupakan langkah yang perlu didorong, karena pemerintah harus mengetahui secara langsung kondisi di lapangan, termasuk persoalan fasilitas umum dan pelayanan yang bersentuhan dengan kepentingan masyarakat,” ujar Ahmad Zulfahmi Fikri.

Ia menegaskan bahwa sidak seharusnya tidak berhenti pada kegiatan inspeksi atau sebatas menemukan kekurangan. Lebih dari itu, setiap persoalan yang teridentifikasi harus diikuti dengan langkah perbaikan yang terukur, evaluasi yang jelas, serta pengawasan terhadap pelaksanaannya.

“Jangan sampai sidak hanya menjadi kegiatan seremonial. Masyarakat tidak hanya membutuhkan kehadiran pejabat di lapangan, tetapi juga menginginkan perubahan nyata setelah kunjungan tersebut dilakukan. Fasilitas umum yang rusak harus ditindaklanjuti, pelayanan yang belum optimal harus diperbaiki, dan setiap persoalan harus memiliki solusi yang jelas,” tegasnya. (Ay29)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *