Perkara Sampah, Manager Kartu Bank Mandiri Siantar Berujung Aniaya Warga

2 min read

SIANTAR, Newsnarasi.com — Warga sekitaran Jalan Kasad, Kecamatan Siantar Barat, Kota Siantar mengecam sikap arogansi Manager Bagian Kartu Bank Mandiri, Jhonson Piterson Purba, yang bertingkah seperti preman dan dinilai tidak punya etika sosial.

Bona Sitompul, penduduk setempat, menceritakan dirinya menjadi korban penganiaayan manager kartu bank mandiri lantaran mengingatkan agar tidak membuang sampah sembarangan, dan menjaga kebersihan komplek lantaran dekat dengan rumah ibadah.

“Awalnya perkara sampah. Dia buang sampah sembarangan padahal udah disediakan tempat sampah pas di depan komplek griya mandiri itu. Tapi, gak senang dia kami tegur agar tak buang sampah sembarangan. Marah-marah terus langsung nyerang kami,” kata Bona menceritakan kejadian kelam itu ke newsnarasi.com, Selasa (29/9/2026).

Kemudian, Bona menjelaskan bahwa perilaku pegawai BUMN itu tidak mencerminkan visi-misi instutusi BerAKHLAK itu sendiri. Seharusnya, seorang manager itu memiliki toleransi tata-krama sosial yang tinggi, ini malah jauh berbanding terbalik tidak punya etika.

“Kan macam preman dia, sempat dicekik nya leherku bang sambil mengucapkan kata yang tak pantas dan ngancam ‘udah lah kau kurus, sekali pukul muntah darah kalian ku buat’,” beber Bona mengulang perkataan pegawai BUMN itu.

Tak henti sampai disitu, Jhonson dengan agresif juga melontarkan kata-kata yang merendahkan warga. Akibatnya, menambah runyam dan persoalan semakin melebar hingga melibatkan pihak aparat penegak hukum.

“Dengan lantang dia menvonis bahwa warga jalan kasad miskin-miskin semua. Jadi ada beberapa warga yang mendengar itu juga geram. Dia kan disini pendatang, terus dia seenaknya aja disini?. Apa karena dia manager, makanya suka langgar aturan?. Kalau tidak mau ikuti aturan pindah aja dari kampung kami,” kata Bona bernada geram.

“Jadi dianggap para pegawai BUMN itulah kampung kami ini tempat pembuangan sampah bang. Kontribusi dan dampak positif kompleks griya mandiri itu pun secara nyata tidak ada untuk daerah kami. Kami hanya meminta mereka untuk menjaga kebersihan dan menghormati lingkungan. Tapi, itu ajapun mereka gak bisa dan sok jago-jago,” kesalnya.

Atas kejadian itu, pemuda dan masyarakat sekitar kawasan bukit sofa akan melayangkan surat aksi dan menggelar demonstrasi.

“Rencananya kami akan demonstrasi bang. Meminta pihak bank mandiri untuk segera memecat Jhonson Piterson Purba selaku Manager Bagian Kartu di Bank Mandiri. Karena tidak punya adab dan etika sosial, sikap buruk yang suka merendahkan dan menganiaya orang. Kalau aspirasi kami tidak juga didengarkan, kami meminta pihak berwajib menyegel hingga menutup kompleks griya mandiri, dan memindahkan lokasi kompleks ke tempat lain,” pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *