Tigor Alfaridz Lubis: Langkat Tak Bisa Terus Terjebak dalam Perbedaan, Saatnya Bersatu Membangun Daerah

2 min read

Newsnarasi.com , Langkat — Berbagai dinamika yang terjadi di Kabupaten Langkat hendaknya menjadi bahan evaluasi bersama untuk menatap masa depan, bukan menjadi alasan bagi masyarakat untuk terus terjebak dalam perbedaan dan Konflik kepentingan. Kamis (24/09/26)

Hal tersebut disampaikan Tigor Alfaridz Lubis yang mengajak seluruh elemen masyarakat Langkat membangun semangat kebersamaan serta mengesampingkan berbagai perbedaan yang selama ini berpotensi menimbulkan jarak antarkelompok.

Menurut Tigor, Langkat memiliki potensi besar untuk berkembang apabila seluruh kekuatan yang ada dapat diarahkan pada kepentingan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

“Sudah waktunya kita melihat ke depan. Apa yang sudah terjadi biarlah menjadi pelajaran. Jangan terus kita bawa menjadi beban. Langkat membutuhkan energi baru, gagasan baru dan kekuatan bersama untuk membangun daerah ini,” ujar Tigor.

Ia menilai perbedaan pandangan dalam kehidupan sosial maupun politik merupakan hal yang wajar. Namun, perbedaan tersebut tidak semestinya menghilangkan rasa persaudaraan dan kepedulian terhadap daerah.

Tigor mengatakan, pembangunan Langkat membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah, pemuda, tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan hingga masyarakat secara luas memiliki ruang dan tanggung jawab masing-masing dalam memberikan kontribusi positif.

“Beda pilihan itu biasa. Beda pandangan juga sesuatu yang wajar. Tetapi jangan karena perbedaan kita kemudian saling menjauh. Kita semua tinggal di Langkat dan memiliki kepentingan yang sama, yaitu melihat Langkat menjadi lebih baik,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar berbagai persepsi yang berkembang di tengah masyarakat tidak terus dipelihara apabila hanya berujung pada perpecahan.

Menurutnya, kritik terhadap pemerintah maupun proses pembangunan tetap diperlukan sebagai bagian dari kontrol sosial. Namun, kritik hendaknya disampaikan secara konstruktif dan diarahkan untuk mencari solusi.

“Kalau ada yang kurang, mari kita kritik dan kita perbaiki. Kalau ada yang sudah baik, mari kita dukung. Jangan semua hal dijadikan alasan untuk saling berhadapan. Yang harus kita lawan adalah persoalan yang menghambat kemajuan masyarakat,” tegasnya.

Tigor berharap masyarakat, khususnya generasi muda, dapat mengambil peran lebih besar dalam menentukan arah masa depan Langkat.

Menurutnya, pemuda tidak cukup hanya menjadi penonton dalam setiap dinamika daerah, tetapi harus mampu menjadi bagian dari solusi dengan menghadirkan gagasan, kreativitas dan semangat kebersamaan.

“Langkat ini rumah kita bersama. Jangan sampai kita justru merasa asing di rumah sendiri karena perbedaan yang sebenarnya bisa kita selesaikan dengan komunikasi dan kebersamaan,” ujarnya.

Tigor menegaskan, kemajuan Langkat tidak akan lahir dari satu kelompok atau satu kepentingan saja. Dibutuhkan kolaborasi dan rasa memiliki dari seluruh masyarakat agar pembangunan dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Tidak harus selalu sepakat untuk bisa berjalan bersama. Yang penting kita punya tujuan yang sama. Mari tinggalkan hal-hal yang membuat kita terpecah dan mulai bicara tentang masa depan Langkat,” pungkas Tigor Alfaridz Lubis. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *