Lapas Siborong-Borong Diduga Jadi Markas Kejahatan

2 min read

SUMUT, Newsnarasi.com – Dugaan tindak peredaran narkoba dan scamming (Penipuan online-red) di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Siborong-borong disebut masif dan terorganisir.

Kepada newsnarasi.com, seorang narasumber yang merupakan alumni Lapas mengungkapkan bahwa aktivitas ilegal di lingkungan Penjara tak lepas dari keterlibatan ‘campur tangan’ oknum Pejabat Lapas itu sendiri.

“Disini semua kamar kerja bang, kecuali 4 kamar yang memang untuk lansia, disabilitas dan tamping. Biasalah, kerja kejahatan narkoba dan penipuan online. Mereka berani kek gitu kan karena di lindungi petinggi Lapas,” ungkap narasumber sembari meminta identitasnya dirahasiakan, Sabtu (12/9/2026).

Dijelaskannya, bahwa permufakatan jahat antara oknum petugas dan narapidana itu terjadi karena tak lepas dari keuntungan fantastis yang diraup setelah memetik hasil kejahatan.

“Bayangkan lah bang, untuk setoran ke atas (diduga KPLP) Rp.20jt perminggu, sementara untuk regu pengamanan perjaga Rp.500 ribu perhari. Bisa lah abang taksir berapa besaran pendapatan narapidana didalam itu,” katanya.

Tak sampai disitu, sumber juga menyebut narapidana pemegang kendali kejahatan secara bebas berakselerasi di dalam balik jeruji besi karena merasa dilindungi. Karena apapun tindakannya asal setor upeti, beres semua urusan, baik kejahatan maupun kemuliaan.

“Bos narkoba disana si CA penghuni Blok B Kamar 3, anggota dia si RD. Sementara untuk penipuan online bosnya si DAS, anggotanya si BY, RM, Manurung dan LN. Jadi yang ngutip uang setoran itu untuk diberikan ke oknum petugas lapas biasa tamping kepercayaan atau kadang oknum pegawai bernama EH,” terangnya.

Kemudian, ia sangat menyayangkan Lembaga mulia yang seharusnya tempat narapidana bertobat malah beralih fungsi menjadi sarang kejahatan.

“Kami sebagai alumni sana, meminta Menteri dan Kakanwil Sumut segera mengevaluasi sidak langsung ke Lapas, memberikan sangsi tegas kepada oknum pejabat yang terlibat, bila terbukti, copot Kalapas karena lalai dalam mengemban amanah menjaga ketertiban,” harapnya.

Sementara, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Jimri Anton Soritua Nababan, ketika dikonfirmasi soal aktivitas ilegal dan dugaan keterlibatan oknum pegawai terkait kejahatan tersebut tidak menjawab alias bungkam. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *